A Lot Of Think
Terima kasih sudah membuatkan saya kopi yang sangat enak ini. Terima kasih ternyata Anda baik dan mau membuka diri dengan saya. Terima kasih sudah memberikan tawa canda yang menyenangkan :)

Terima kasih sudah membuatkan saya kopi yang sangat enak ini. Terima kasih ternyata Anda baik dan mau membuka diri dengan saya. Terima kasih sudah memberikan tawa canda yang menyenangkan :)

Klimaks - Antiklimaks

Dalam sebuah cerita biasanya terdapat plot pendahuluan - klimaks - antiklimaks - ending

Satu bulan terakhir ini, dapat dikatakan sebagai klimaks dan minggu lalu adalah antiklimaksnya.

Iya antiklimaks! Senang rasanya, lega rasanya sudah bisa menyelesaikan dan sampai tahap antiklimaks. Tapi antiklimaks ini tidak ingin berakhir. Biarkan ‘ending’ itu adalah ajal yang memisahkan… Amin

Berharap dia bisa mengerti dengan apa yang sudah terjadi, dan bisa dijadikan pelajaran untuk ke depannya.

Hidup memang tidak terlepas dari yang namanya ‘belajar’

私の側にいて下さい!妹としていつまでも!
やっぱりあなたと出会えて良かった!
特別だとか思ってなかったけど、やっぱり特別だね!有難う!有難う!これからも一緒に、お互い恋し生きましょう!👭❤️💓💕

TERSERAH!

Kamu mau diam? Silahkan! Tapi ingat, diam tidak akan menyelesaikan masalah.

Kamu mau membela diri tapi diam? Apa artinya? TIDAK ADA

Kamu mau menjawab tapi diam? Apa artinya? TIDAK ADA

Kamu mau menjelaskan tapi diam? Apa artinya? TIDAK ADA

Kamu mau meminta maaf tapi diam? Apa artinya? TIDAK ADA

Yang ada apa? Yang ada hanyalah ketidakjelasan.

Kamu diam, kamu biasa saja, kamu menghilang, jadi mau kamu apa?

TERSERAH SAJA KALAU BEGITU

Semakin lama, rasa kecewa ini semakin besar. Maaf saya sudah terlanjur kecewa, sulit untuk sembuh, sulit untuk bisa seperti dulu lagi karena kamu yang seperti ini!

Iya benar, sangat disayangkan sekali memang, hari-hari indah, hal-hal konyol, kata-kata manis yang pernah ada. Itu semua bisa hilang hanya karena kamu DIAM.

Salahmu adalah kamu terlalu lama ada di dekatku hingga kamu menghilang dari teman-temanmu, dan ketika aku sudah tidak di sana kamu yang menghilang dariku, dan aku mencari tapi kamu tidak menyadari itu. Kamu tidak menyadarinya… Sayang sekali, iya hanya kata-kata itu sekarang yang ada dalam benakku…

selasule:

Dekat itu apa? Tanpa jarak, tanpa jeda, tanpa spasi? Atau rekat dan mengikat?
Dekat itu seperti apa? Selalu bersama tanpa jarak? Melekat rekat dan terikat? Seperti apa dekat itu?
Bagaimana dekat itu? Kalau ada jarak berarti tidak dekat? Kalau jauh berarti tidak dekat? Jadi kalo jarak ada…

Alkisah A dan B

Suatu hari terjadi percakapan antara si A dan si B. Keduanya sama-sama baru kenal. Lalu si A berkata kepada si B, “kenapa kamu mau berkenalan dengan aku?”, dan si B pun menjawab, “karena aku penasaran sama kamu”.

Terjalin hubungan pertemanan mereka yang terhitung baru beberapa bulan, dan hubungan mereka sangat intim bak adik dan kakak. Keduanya pun heran kenapa mereka bisa sampai seperti ini. Namun di dalam hati si A nampak masih ragu-ragu apakah si B ini benar-benar menyayanginya dengan tulus hingga timbullah sikap cuek dari dirinya kepada si B ini. Yang hebatnya adalah si B tetap memberikan perhatian-perhatiannya dengan sangat baik kepada si A.

Tibalah suatu hari keduanya duduk bersama dan saling bercerita hingga menemui puncak di mana keduanya saling membuka topeng, tanpa gengsi keduanya saling tertawa dan menangis. Sejak saat itulah si A membuka diri seutuhnya kepada si B. Si A dengan perjuangan berusaha membalas semua perhatian yang pernah si B berikan kepadanya. Si A sudah tidak gengsi lagi untuk bertanya dan menyebutkan sebuah kata yaitu “kangen”.

Namun, belakangan setelah si A benar-benar membuka dirinya ini, dia merasa si B biasa saja, lebih banyak cuek dan tidak pekanya. Si A terlalu banyak menuntut, terlalu banyak bertanya, terlalu posesif. Hingga suatu hari si A bertanya kepada si B, “tidak kah kamu menuntut sesuatu dari diriku? Rasanya tidak adil jika aku terus yang menuntut” begitu kata si A. Si B pun hanya diam dan selalu menjawab, “dalam pertemanan aku tidak suka menuntut”.

Suatu malam, di sebuah perbincangan di telpon genggam, si B berkata “bisakah kamu untuk santai saja? Bersikap biasa sepertiku?”, si A hanya terdiam. A merasa bahwa si B sudah berubah, sudah lebib dewasa dan sudah bisa tegas dalam memilih sekarang. Ternyata si A rindu akan perhatian yang dulu pernah diberikan oleh si B, si A merindukan manjanya si B ternyata, si A sudah tidak mendapatkan treatment yang dulu pernah diberikan si B ternyata.

Lalu bekangan, si A berusaha menghilang dulu dari dunia media sosial dan si B sepertinya bingung untuk memulai komunikasi kembali hingga beberapa hari baru menghilang dari sosial media si B menyapa dengan seolah-olah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Si A tetap berusaha membalas sapaannya dan berusaha ada untuk si B. Tetapi tanggapannya biasa saja. Dia terlihat biasa saja.

Si A hanya diam, dan merenung. Mungkin yang ada di dalam otak si A adalah si B sudah tidak penasaran lagi ternyata. Seluruh hasrat penasarannya sudah terpenuhi. Dia berhasil membuat si A seperti itu dalam waktu beberapa bulan. Si A terlihat sangat sedih dan dibumbui kekecewaan yang sangat dalam. Dan si A pun beranggapan bisa saja dia bersikap seperti ini supaya si A benar-benar bisa ‘biasa’ saja dengan si B.

Si A tetap terlihat sumringah, tersenyum dan ketawa-ketawa tanpa disadari bahwa si A sebenarnya dalam keadaan yang tidak baik namun berusaha bersikap baik-baik saja.

Si A dan si B ini cukup unik dan memprihatinkan sepertinya.

selasule:

Seorang teman bertanya, “Kayaknya aku berubah banget ya?”. Dan aku hanya menjawab “kamu masih sama, kalaupun ada yang berubah itu wajar, manusia pasti berubah.”

Lalu itu pertanyaan dan jawaban terakhir dari perbincangan kami. Mungkin lewat obrolan dalam kemasan chatting hanya sebatas begitu,…

selasule:

Kamu tau kata “berubah” ? Iya kamu berubah menjadi power ranger. Bukan pahlawan bertopeng atau baja hitam. Kamu berubah banyak, sampai aku ga tau kamu power ranger merah atau hitam atau putih atau hijau atau mungkin kuning atau kamu power ranger biru atau ternyata ranger pink juga bukan kamu??

Ya Tuhan,
Dalam hati, dengan tertunduk dan lirih
Sampaikan rasa rinduku ini padanya Ya Tuhan…
Bantu Aku Tuhan

selasule:

Pada akhirnya ada titik dimana bertemunya pasrah dan menerima sesuatunya dengan rasa legowo. Ada pertemuan antara harapan dan kenyataan dengan rasa nerimo. -Hidup-

Rindu dan Candu

Kalau keseringan hanya jadi candu bukan rindu.
Jadikan itu rindu bukan candu.
Jangan jadikan candu.
Candu tak ada rindu.
Tapi rindu itu berasa candu.
Itu bedanya.

Bagian dari Obrolan dengan Teman Part II