A Lot Of Think
Tujuanku hanya satu, kamu bahagia.
Aku ingin membuatmu semakin bahagia jika denganku.
Tujuan (Bahagia)

Kamu yang terlalu introvert, dan aku yang ternyata terlalu extrovert.

kamu yang terlalu cuek, dan aku yang terlalu sensitif.

kamu yang terlalu santai, dan aku yang terlalu tersistematis.

aku yang terlalu berekspektasi tinggi, dan harus menyamakan persentase denganmu.

kamu yang tidak menuntut, dan aku yang teralu menuntut.

kita memang berbeda, kita memang baru sebentar kenal, hubungan kita terlalu unik, iya unik sekali menurutku.

supaya lebih baik kedepannya, mari kita jalan bersama-sama,

saling memperbaiki satu sama lain, saling mengisi satu sama lain.

terima kasih untuk kamu yang terlalu unik dalam hidupku :)

Introvert dan Extrovert
Sebanyak apa pun mulut bicara, mata tetap lebih nyinyir.
(via palawija)
Sampaikan pada saya kelak, apa yang kamu sesali.
(via palawija)

Selain tumbuh, makan, ekskresi, beradaptasi, bernapas dan berkembang. Ciri makhluk hidup yang lainnya adalah, gengsian!

(via palawija)

Teman baik, akan selalu mengingatkan. Tapi teman baik, juga bisa merasa bosan.

(via palawija)
Biarkan dia berbicara, tidak perlu ditanya-tanya. Biarkan dia yang menceritakan, tidak perlu dipaksa. Biarkan dia…
Isi otak
Percakapan Dengan Seseorang yang Bukan Psikolog
Terjadi sebuah perbincangan antara dua orang di suatu tempat
A : Hm satu satu deh, gue yg menggila, gue dgn dia, dan gue dgn temennya dia.
B : Hmm, lo yg menggila. itu bentuk posesif dan addict lo sama dia. Efeknya dahsyat ya.
A : *ngangguk-ngangguk*
B : lo dan dia mulai beradaptasi, mulai ada yang menjaga perasaan. Dan nantinya ada hal-hal yang kalian sembunyikan satu sama lain. Nah itu ga baik sebenernya. Tapi bisa menjadi begitu karena udah tau satu sama lain dan akhirnya cari aman untuk jaga perasaan masing-masing.
B : Lo dan si temen cowok itu. Hmm mau ga sukanya lo sama tu cowok mau gimana juga itu temen si dia, jauh lebih dulu kenal dan udah deket dari lama. Wajar cowok itu ada rasa iri. Saran sih *sensor*
Lalu terjadi sebuah percakapan panjang dan muncul topik baru
B : Lalu kenapa? Kalo premis pertama lo bilang ga tau lemes kenapa. Dan premis kedua lo bisa yakin kalo bukan itu alasanya. Itu ga sinkron. So, sebenernya apa alasanya? Mau jujur?
A : Hmm, gue cemburu ternyata sama dia, makanya gue banyak ga suka nya sama dia, mereka terlalu intim!
B : Kenapa cemburu? Karena terlalu intim jadi ga suka. Pertanyaanya kenapa bisa begitu?
A : kayaknya di sini gue terlalu kekanak-kanakkan
B : posesif?
A : iya
B : Karena ada rasa memiliki, lalu menjadi posesif.
A : iya
B : you must realize, she is not object, she is subject.
A : hmm
B : Hahaha, gini2. Biar lo ga gila dan menjadi menggila, coba kurangin kepo lo ke dia. Cukup tau kabar dia dari dia. Lo coba buat dengerin cerita yang emang dia share bukan yang lo tau sendiri. Bisa ga? Ada kalanya yang bikin gila itu karena hasil kepo. Analisis sendiri dan hipotesis sendiri. Padahal kenyataannya belum tentu begitu.
A : Pada kenyataannya gue udah terlanjur tau, hubungan mereka seperti apa.
B : Oke lo boleh tau. Tapi coba hargain privasi dia. Kalo memang dia dan lo dekat dan saling care satu sama lain, kalian bakal menceritakan apa saja tanpa ditanya, tanpa harus kepo, tanpa harus dengan introgasi atau bahkan harus diam dulu. Kalo lo tau sendiri dari hasil kepo lo, lo hanya boleh 'cukup tau' . Lo marah atau berubah sama dia ga boleh. Harusnya begitu. Tapi kenyataannya ga begitu. Hehe
A : JLEB! Dan terdiam!!
Percakapan Dengan Seseorang
She : emang cuma dia yang bisa bikin lo terlihat beda. Cuma dia doang sejauh ini. Menurut gw...
Me : iya dia doang kayaknya, sampe gue kayak begini
She : dia siapa coba ih haha
Me : hahaha
Media Sosial

Media sosial atau biasa disingkat dengan Medsos. Iya medsos, sesuatu yang hebat menurut saya. Penciptanya sangat luar biasa.

Bayangkan, dari sebuah medsos, seseorang bisa senang, sedih, galau, tahu informasi (a.k.a kepo), kesal, cemburu, marah, emosi, sumringah, dan berbagai macam ekspresi.

Bayangkan, dari sebuah medsos tercipta ikon-ikon baru seperti huruf F, huruf T, huruh L, huruf P untuk sebuah awalan nama medsos tersebut.

Bayangkan, dari sebuah medsos, terbentuk image warna yang masing-masing menggambarkan dan identik dengan medsos tersebut.

Bayangkan, medsos dapat ‘mempermainkan’ perasaan orang, pikiran seseorang.

Bahkan medsos bisa membuat orang menunggu, menunggu sesuatu yang tak kunjung datang. Hanya dipandangi saja. Memandangi warna yang identik pada medsos tersebut, atau memandangi sesuatu sudah di-baca atau belum.

Luar biasa dampak sebuah medsos bagi seorang penggunannya…